Kabar

Temesi Circular Eco Village Siap Diluncurkan Juni, Sampah Plastik Disulap Jadi Nilai Ekonomi dan Edukasi

Share:
Temesi Circular Eco Village Siap Diluncurkan
Temesi Circular Eco Village Siap Diluncurkan

BRANAYOGATALKS.COM, GIANYAR – Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, bersiap meluncurkan program inovatif bertajuk Temesi Circular Eco Village pada Juni mendatang. Program ini mengusung konsep pengelolaan sampah berkelanjutan dengan menggabungkan aspek lingkungan, ekonomi, dan wisata edukasi dalam satu kawasan terpadu.

Kepala Desa Temesi, I Ketut Branayoga (Ahok Temesi), menyampaikan bahwa persiapan terus dimatangkan setelah terbitnya SK Bupati terkait program Bentang Bang Sampah Induk (BSI) Temesi Bersemi.

Peluncuran direncanakan pada Juni, dengan fokus pengolahan sampah plastik tidak hanya dari Temesi, tetapi juga dari desa lain di Kecamatan Gianyar.

Konsep ini mengedepankan ekonomi sirkular, di mana sampah—khususnya plastik—diolah menjadi produk bernilai jual seperti meja, kursi, papan daur ulang, hingga suvenir ramah lingkungan. Seluruh proses akan terpusat di TPS 3R yang dikembangkan menjadi pusat produksi dan edukasi.

Temesi Circular Eco Village Siap Diluncurkan
Temesi Circular Eco Village Siap Diluncurkan

Program ini berdiri di atas tiga pilar utama:

1. Lingkungan: menciptakan desa bersih tanpa sampah plastik

2. Ekonomi: mengubah sampah menjadi sumber pendapatan

3. Edukasi & Wisata: menghadirkan wisata berbasis pembelajaran daur ulang

Dalam pengembangannya, Temesi juga menjalin kerja sama dengan pelaku daur ulang, termasuk studi ke Rumah Plastik Mandiri di Singaraja. Potensi sampah plastik di Gianyar dinilai besar dan selama ini belum dimanfaatkan optimal.

Temesi Circular Eco Village Siap Diluncurkan
Temesi Circular Eco Village Siap Diluncurkan

Program ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru, mulai dari 6 orang di tahap awal hingga lebih dari 10 orang seiring peningkatan produksi.

Meski potensinya besar, kendala utama masih pada pendanaan. Kebutuhan mesin pengolahan diperkirakan mencapai Rp325 juta, dan total pengembangan hingga Rp730 juta.

Ke depan, Temesi menargetkan kolaborasi lintas desa di Gianyar agar program ini berdampak lebih luas. Diharapkan, Temesi bisa menjadi contoh desa hijau berbasis ekonomi sirkular di Bali. (Tim Branayoga Talks)

Baca juga:  Anggota DPR RI I Nyoman Parta Soroti Rencana PPN Sembako: Negara Diminta Lindungi Daya Beli masyarakat 
Kabar Terbaru