Tentang Branayoga


Kenali lebih dekat I Ketut Branayoga melalui profil lengkap, perjalanan karier, pendidikan, dan berbagai pencapaian dalam BranayogaTalks.

WhatsApp Image 2026-04-22 at 12.52.50 PM

Profile

I Ketut Branayoga, S.E.

KEPALA DESA TEMESI

I Ketut Branayoga, S.E. atau sering dijuluki Ahok Temesi adalah seorang pemimpin lokal yang dikenal karena pendekatannya yang inovatif dan berbasis pemberdayaan masyarakat. Menjabat sebagai Kepala Desa Temesi, beliau membawa visi transformasi desa yang memadukan akar budaya Bali dengan kemajuan teknologi dan ekonomi kreatif.

Pendidikan & Latar Belakang

Memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ekonomi (S.E.), Ketut Branayoga mengombinasikan keahlian manajemen keuangan dengan pengalaman praktis di industri pariwisata. Sebagai seorang yang fasih berbahasa Spanyol dan memiliki pengalaman panjang sebagai instruktur bahasa, beliau memiliki wawasan global yang luas namun tetap teguh memegang prinsip lokal.

Visi Pembangunan: Transformasi Desa Temesi

Di bawah kepemimpinannya, beliau mengusung konsep pembangunan yang berlandaskan Tri Hita Karana, dengan fokus utama pada:
1. Ekonomi Kreatif & UMKM: Mendorong pertumbuhan ekonomi rumah tangga melalui pendampingan UMKM dan optimalisasi BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.
2. Pertanian Organik: Memelopori penggunaan pupuk organik cair buatan sendiri (seperti ekoenzim dan fotosintesis bakteri) untuk membantu petani menekan biaya produksi dan menjaga kelestarian lingkungan.
3. Branding Desa: "Kampung Spanyol": Menggagas inovasi unik dengan menjadikan Temesi sebagai destinasi wisata budaya berbasis kompetensi bahasa. Inisiatif ini bertujuan menempatkan Desa Temesi di peta pariwisata internasional.
4. Pendidikan Karakter: Memprioritaskan pembangunan mental generasi muda melalui optimalisasi Balai Banjar sebagai pusat belajar dan kreativitas.

Filosofi Kepemimpinan

Beliau percaya bahwa seorang pemimpin harus memiliki karakter yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Baginya, kemajuan desa bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi tentang bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan jati diri sebagai krama Bali."

"Membangun desa adalah membangun manusia. Dengan kemandirian ekonomi dan kebanggaan akan identitas budaya, Desa Temesi akan tumbuh menjadi desa yang mandiri dan menginspirasi.