Kabar

Hijaukan Gianyar dari Akar Tradisi: 300 Pohon Ditanam, Komitmen Lestarikan Bumi Diperkuat

Share:

BRANAYOGATALKS.COM, GIANYAR – Semangat menjaga bumi diwujudkan secara nyata oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui aksi penanaman 300 pohon di setra Desa Adat Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan, Rabu (22/4), dalam rangka memperingati Hari Bumi. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian kolektif terhadap kelestarian lingkungan sekaligus langkah konkret menghadapi tantangan perubahan iklim.

Mengusung tema global “Our Power, Our Planet (Kekuatan Kita, Planet Kita)”, peringatan tahun ini menegaskan pentingnya peran individu dan komunitas dalam menjaga keseimbangan alam. Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi ajakan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam merawat bumi.

Sebanyak 300 pohon dari berbagai jenis ditanam di kawasan tersebut. Penanaman ini tidak hanya bertujuan memperkuat tutupan lahan, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, termasuk unsur swasta seperti perhotelan yang turut mendukung kegiatan penghijauan ini.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Ini adalah bentuk sinergi nyata dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan misi ketiga Bupati Gianyar yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi berkualitas berbasis lingkungan. Komitmen tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan akan dilanjutkan melalui program berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Gianyar, lanjutnya, telah memulai langkah strategis berupa pembibitan tanaman sebagai fondasi program penghijauan di seluruh desa adat. Selain itu, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diarahkan untuk ambil bagian aktif dalam pembangunan ruang hijau.

“Ke depan, setiap OPD diharapkan menyiapkan satu pohon berukuran besar sebagai bagian dari pengembangan hutan kota di Gianyar,” tambahnya.

Baca juga:  “Siapa Untung dari Sampah Bali?” Kepala Desa Temesi Soroti Dugaan Ekosistem Ekonomi di Balik Krisis Sampah

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perkotaan sekaligus menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Gianyar meneguhkan komitmennya menuju lingkungan yang lestari, seimbang, dan berkelanjutan.

Momentum Hari Bumi pun menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan panggilan bersama demi masa depan yang lebih hijau dan harmonis. (Tim Branayoga Talks)

Kabar Terbaru