BRANAYOGATALKS.COM, GIANYAR – Kepala Desa Temesi, I Ketut Branayoga, SE, yang akrab disapa Ahok Temesi, menyampaikan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam tayangan Beranayoga Talks, Sabtu (2/5/2026), Ahok Temesi menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dari keseriusan negara dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.
“Bangsa yang besar tidak hanya diukur dari tingginya gedung pencakar langit, panjangnya jalan tol, atau megahnya bandar udara. Bangsa yang besar diukur dari seberapa serius negara mempersiapkan generasi penerusnya,” ujar Ahok Temesi.
Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan besar yang tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Ia menyebut program tersebut lahir dari visi besar Presiden Prabowo untuk menciptakan Indonesia yang kuat, sehat, cerdas, dan berdaulat.
Ahok Temesi menilai Presiden Prabowo memahami bahwa amanat mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 tidak mungkin tercapai apabila masih banyak anak Indonesia belajar dalam kondisi lapar dan kekurangan gizi.
“Perut kosong sulit diajak bermimpi. Tubuh yang kekurangan gizi sulit diajak berprestasi. Dan generasi yang kurang nutrisi akan sulit bersaing di masa depan,” tegasnya.
Ia menggambarkan masih adanya anak-anak di berbagai pelosok Indonesia, mulai dari Papua, Kalimantan, Nusa Tenggara hingga desa-desa di Bali, yang harus berjuang menempuh pendidikan dalam keterbatasan. Karena itu, kehadiran negara melalui program makan bergizi dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat kecil.
Lebih lanjut, Ahok Temesi menyebut program tersebut bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi sumber daya manusia terbesar dalam sejarah Indonesia modern. Menurutnya, Presiden Prabowo tidak sedang sekadar membagikan makanan, tetapi sedang menyiapkan fondasi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia.
“Beliau sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045. Setiap anak Indonesia, tanpa memandang tempat lahir dan status ekonomi, harus memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan meraih cita-cita,” katanya.
Ahok Temesi juga menyoroti dampak besar program tersebut terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia. Gizi yang baik, katanya, mampu meningkatkan konsentrasi belajar, memperkuat daya tahan tubuh, menekan angka stunting, hingga meningkatkan prestasi akademik.
“Inilah esensi pembangunan manusia. Pembangunan sejati bukan hanya soal beton dan baja, tetapi pembangunan otak, karakter, dan masa depan bangsa,” ujarnya.
Tak hanya berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan, program Makan Bergizi Gratis juga diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Ahok Temesi menjelaskan, program tersebut akan membuka pasar bagi petani, peternak, nelayan, serta melibatkan UMKM lokal dalam rantai pasok kebutuhan pangan.
“Dapur-dapur komunitas akan hidup, lapangan kerja terbuka, uang akan berputar di desa-desa. Artinya satu program menghasilkan manfaat berlapis: anak-anak sehat, sekolah kuat, ekonomi bergerak, desa berkembang, dan bangsa maju,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa. Pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat harus ikut mengawal pelaksanaannya agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
“Tidak boleh ada ruang bagi korupsi dan kelalaian, karena yang dipertaruhkan adalah masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Ahok Temesi mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan mengawal program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke pelosok negeri.
“Setiap piring makanan yang tersaji di sekolah adalah investasi masa depan. Setiap senyum anak yang kenyang adalah harapan bagi bangsa. Indonesia Emas bukan sekadar slogan, tetapi tujuan yang harus diperjuangkan bersama,” pungkasnya. (Tim Newsyess)