Kabar

Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra: Pemimpin Harus Mampu Satukan Perbedaan Menjadi Kekuatan Rakyat

Share:

GIANYAR | Branayogatalks.com – Bupati Gianyar, Agus Mahayastra, kembali menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat saat menghadiri kegiatan ngayah di Pura Banjar Denjalan, Desa Adat Jero Kuta, Batubulan, dalam rangkaian Karya Mamungkah, Padudusan Alit, Mecaru Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas, Mendem Pedagingan, Mekebat Daun, lan Mebangun Ayu, Senin (18/5/2026).

Di hadapan krama banjar, Agus Mahayastra menyampaikan pesan kepemimpinan yang sarat makna dengan gaya sederhana namun penuh filosofi khas Bali. Ia mengibaratkan seorang pemimpin seperti peracik lawar yang mampu menyatukan berbagai unsur berbeda menjadi satu cita rasa yang harmonis dan kuat.

Menurutnya, masyarakat Gianyar memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari petani, nelayan, buruh, pelaku usaha, hingga berbagai profesi lainnya. Namun seluruh perbedaan itu harus dipersatukan demi membangun kekuatan bersama.

“Lawar itu bukan soal satu bahan saja, tetapi bagaimana semuanya diramu menjadi satu rasa yang enak. Begitu juga masyarakat. Pemimpin harus mampu menyatukan semua golongan menjadi kekuatan rakyat,” ujar Mahayastra disambut tepuk tangan warga.

Dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat ngayah, Mahayastra menegaskan bahwa tugas pemimpin bukan sekadar membuat kebijakan, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat merasa dilindungi dan diperhatikan tanpa membedakan status sosial.

Ia menilai nilai-nilai gotong royong dan menyama braya yang hidup di tengah masyarakat Bali harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman modern. Semangat ngayah, menurutnya, merupakan kekuatan sosial yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat adat di Bali.

“Pemimpin harus menaungi semuanya. Dari petani, nelayan, buruh, sampai masyarakat kecil lainnya. Semua harus dirangkul agar kehidupan tetap harmonis,” tegasnya.

Kehadiran Agus Mahayastra di tengah masyarakat mendapat sambutan hangat dari krama Banjar Denjalan. Ia tampak membaur dengan warga yang sedang ngayah dan menyiapkan berbagai sarana upacara.

Baca juga:  Prestasi di Bidang Siber, Dua SMK Gianyar Siap Ukir Berlaga di Junior Sentinel Challenge 2026

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Bupati Gianyar dalam menjaga hubungan erat dengan masyarakat adat dan mendukung pelestarian tradisi budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun.

Di tengah suasana karya yang khidmat, pesan Agus Mahayastra tentang persatuan dan kepemimpinan menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah daerah lahir dari kemampuan menjaga kebersamaan di tengah keberagaman masyarakatnya. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru