Kabar

Ketut Branayoga  (Ahok) Kades Temesi Gaungkan Solusi Sampah Berkelanjutan: “Saatnya Bertindak, Temesi Menawarkan Solusi, Gianyar Menentukan Masa Depan”

Share:

 

GIANYAR | Branayogatalks.COM – Persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius di Kabupaten Gianyar dinilai tidak lagi cukup diselesaikan dengan pola lama yang hanya mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Diperlukan keberanian mengambil langkah baru yang lebih berkelanjutan, inovatif, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Perbekel Desa Temesi, I Ketut Branayoga, saat ditemui Redaksi Newsyess.com, Minggu (2/8/2026), di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar. Dalam kesempatan itu, Branayoga memperkenalkan gagasan yang akan diangkat melalui Branayoga Talks, sebuah podcast yang mengupas berbagai solusi pembangunan desa, inovasi, serta isu lingkungan, khususnya persoalan pengelolaan sampah.

Menurut Branayoga, sudah saatnya seluruh pihak bertanya secara jujur mengenai masa depan pengelolaan sampah di Gianyar.

“Apakah Gianyar akan terus bergantung pada TPA? Sampai kapan kita hanya menumpuk sampah tanpa menghadirkan solusi yang benar-benar berkelanjutan?” ujarnya.

Ia menjelaskan, volume sampah di Kabupaten Gianyar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sementara daya tampung TPA semakin terbatas. Menurutnya, memperluas lahan pembuangan bukanlah solusi jangka panjang karena hanya memindahkan persoalan kepada generasi berikutnya.

Branayoga menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, desa adat, hingga pelaku industri pariwisata.

Temesi Ingin Dikenal Sebagai Desa Solusi

Lebih jauh, Branayoga menegaskan Desa Temesi tidak ingin selamanya hanya dikenal sebagai lokasi pengelolaan sampah.

Sebaliknya, Temesi ingin menjadi pusat lahirnya berbagai inovasi lingkungan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu gagasan yang terus dikembangkan adalah mengolah sampah organik menjadi Tanah Subur Temesi, sebuah produk yang memiliki nilai guna tinggi bagi sektor pertanian, penghijauan, taman kota, hotel, vila, restoran hingga kawasan wisata.

Baca juga:  Dari Santunan Kematian sebesar Rp 70 Juta, Piodalan Gratis Hingga Satu rumah  Satu Sarjana inilah Program Mulia Bendesa Adat Seseh I Wayan Bawa 

Menurutnya, apabila dikelola secara konsisten, sampah organik bukan lagi menjadi limbah yang mencemari lingkungan, tetapi berubah menjadi sumber daya bernilai ekonomi yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan.

Membangun Ekonomi Sirkular

Branayoga juga menekankan pentingnya membangun sistem ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah.

Dalam konsep tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai.

Sampah organik diproses menjadi Tanah Subur Temesi, sedangkan sampah anorganik dipilah dan didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi yang dapat kembali kepada masyarakat.

Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya mampu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Ajak Pemkab Gianyar Bangun Komitmen Bersama

Branayoga berharap Pemerintah Kabupaten Gianyar dapat memberikan perhatian serius terhadap gagasan yang lahir dari Desa Temesi.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah terkait, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Perumda Gianyar, BPKAD, Dinas Pariwisata hingga organisasi perangkat daerah lainnya untuk duduk bersama membangun komitmen dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

Ia juga mendorong lahirnya kebijakan yang mendukung pemanfaatan Tanah Subur Temesi oleh sektor pariwisata sebagai media penghijauan taman hotel, vila, restoran, serta kawasan wisata, dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kolaborasi lintas sektor akan jauh lebih efektif dibandingkan bekerja sendiri-sendiri. Permasalahan besar membutuhkan solusi yang dibangun secara bersama,” tegasnya.

Pariwisata Diajak Menjadi Bagian dari Solusi

Sebagai daerah tujuan wisata dunia, Gianyar dinilai memiliki peluang besar untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak pelestarian lingkungan.

Branayoga berharap hotel, vila, restoran, maupun pelaku usaha pariwisata mulai memanfaatkan Tanah Subur Temesi untuk kebutuhan taman dan penghijauan.

Baca juga:  Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, Rekam Jejak seorang Putra Bali yang Kerap Disebut Masuk Bursa Calon Gubernur Bali

Menurutnya, lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata akan semakin memperkuat citra pariwisata Gianyar sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Sampah Bukan Akhir, Tetapi Awal Sebuah Peluang

Menutup perbincangan bersama Redaksi Newsyess.com, Branayoga mengajak masyarakat memulai perubahan dari rumah masing-masing melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Ia juga mengajak dunia usaha untuk menjadi bagian dari solusi, serta mendorong pemerintah mengambil kebijakan yang berani, terukur, dan berorientasi jangka panjang.

“Jangan lagi melihat sampah sebagai akhir dari sebuah barang. Lihatlah sebagai awal dari sebuah peluang. Ketika kita mampu mengubah sampah menjadi Tanah Subur Temesi dan berbagai produk bernilai lainnya, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membangun ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mewariskan Gianyar yang lebih bersih kepada generasi mendatang,” tuturnya.

Ia menutup dengan optimisme bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian menghadirkan gagasan.

“Saya Ketut Branayoga. Terima kasih telah bersama saya di Branayoga Talks. Mari terus berpikir, berdiskusi, dan bertindak untuk Desa Temesi, Kabupaten Gianyar, dan Bali yang lebih bersih, hijau, serta berkelanjutan.” (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru