Kabar

Desa Adat Suwat Buka Peluang Investasi, Ajak Krama Bali Jadi Pemilik Umasari Resto & Coffee

Share:

GIANYAR | Branayogatalks.com — Desa Adat Suwat terus bergerak mengembangkan potensi pariwisata sekaligus membuka ruang ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh krama. Setelah mengembangkan kawasan wisata Suwat Waterfall, desa adat kini menyiapkan destinasi kuliner dan rekreasi baru bertajuk Umasari Resto & Coffee.

Menariknya, pembangunan Umasari Resto & Coffee tidak semata-mata diposisikan sebagai bisnis komersial. Desa Adat Suwat ingin menjadikannya sebagai sebuah usaha bersama dengan mengundang krama Bali di manapun berada untuk ikut menjadi pemilik.

Bandesa Ageng Desa Adat Suwat, Ngakan Putu Sudibya, mengatakan gagasan tersebut lahir dari semangat membangun kekuatan ekonomi secara gotong royong. Menurutnya, semakin banyak krama yang ikut memiliki usaha tersebut, semakin besar pula rasa memiliki dan kekuatan ekonomi yang dapat dibangun bersama.

“Spirit utamanya adalah mengajak krama Bali di manapun berada untuk bersama-sama menjadi pemilik bisnis ini. Seperti sapulidi, kalau disatukan akan menjadi kuat dan sulit dipatahkan. Semakin banyak krama Bali yang bergabung, tentu akan semakin baik,” ujar Ngakan Putu Sudibya.

Skema Kepemilikan, Krama Bisa Ikut Memiliki

Dalam rencana pengelolaannya, komposisi kepemilikan Umasari Resto & Coffee diproyeksikan 55 persen dimiliki Desa Adat Suwat dan 45 persen untuk investor.

Yang menarik, peluang untuk ikut memiliki usaha ini dibuka dengan nilai yang relatif terjangkau, yakni Rp1 juta per lembar saham.

Bagi Desa Adat Suwat, skema tersebut bukan sekadar mencari modal pembangunan. Lebih dari itu, investasi diharapkan menjadi pintu bagi krama Bali untuk ikut mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi desa adat.

Para investor nantinya akan memperoleh lembar saham sebagai bukti kepemilikan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

“Ini kami buka seluas-luasnya bagi krama Bali. Kami ingin usaha ini menjadi milik bersama, sehingga manfaat dan pertumbuhannya juga dapat dirasakan bersama,” tegas Ajik Sudibya.

Baca juga:  Pemerintahan  Desa Temesi Jajaki Kerja Sama Digitalisasi Desa, BUMDes Siapkan Unit Usaha Internet Mandiri

Kuliner Nusantara hingga Mancanegara

Dari sisi konsep, Umasari Resto & Coffee dirancang tidak hanya sebagai tempat makan dan minum. Kawasan ini diproyeksikan menjadi ruang rekreasi yang menawarkan pengalaman berbeda karena berada di tengah bentang alam Suwat yang masih asri.

Menu yang disiapkan akan memadukan kuliner Nusantara dan mancanegara, dengan target pasar wisatawan domestik maupun wisatawan asing.

Konsep tersebut akan diperkuat dengan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain kolam bermain anak, kolam pancing, bale bengong, serta fasilitas rekreasi lainnya.

Kehadiran berbagai fasilitas itu diharapkan membuat Umasari Resto & Coffee tidak hanya menjadi tempat persinggahan wisatawan untuk menikmati kuliner, tetapi juga menjadi ruang keluarga dan tempat bersantai yang menawarkan suasana alam.

“Target pasar kami jelas, wisatawan lokal maupun mancanegara. Konsepnya kami padukan antara kuliner dengan suasana alam dan fasilitas rekreasi,” jelasnya.

Alam Suwat Jadi Kekuatan Utama

Salah satu modal utama Umasari Resto & Coffee bukan hanya bangunan dan fasilitas yang akan dikembangkan, melainkan lokasi yang menjadi bagian dari kekuatan Desa Adat Suwat.

Lahan yang digunakan merupakan milik Desa Adat Suwat, berada di kawasan persawahan dan lingkungan hutan yang selama ini menjadi bagian dari daya tarik Suwat Waterfall.

Menurut Ajik Sudibya, keberadaan kawasan alam yang masih terjaga menjadi nilai tambah tersendiri bagi pengembangan bisnis tersebut. Wisatawan tidak hanya ditawarkan makanan dan minuman, tetapi juga suasana pedesaan Bali yang semakin sulit ditemukan di tengah perkembangan pariwisata modern.

“Kami optimistis bisnis ini dapat berkembang dengan baik karena memang didukung oleh pasar yang ada. Belum lagi lokasinya berada di areal persawahan dan hutan Suwat Waterfall yang masih terjaga,” katanya.

Baca juga:  Kabupaten Gianyar Tembus 7 Besar Nasional, Bupati Mahayastra Terima Penghargaan Kinerja Terbaik

Bukan Sekadar Investasi, tetapi Gerakan Ekonomi Bersama

Langkah Desa Adat Suwat mengembangkan Umasari Resto & Coffee memperlihatkan bagaimana potensi desa adat dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru tanpa meninggalkan karakter lokal.

Konsep kepemilikan bersama menjadi bagian penting dari gagasan tersebut. Desa adat tetap menjadi pemegang saham mayoritas, sementara ruang investasi dibuka kepada krama Bali.

Dengan modal Rp1 juta per lembar saham, masyarakat yang ingin bergabung diberikan kesempatan untuk ikut menjadi bagian dari perjalanan bisnis tersebut.

Bagi Desa Adat Suwat, Umasari Resto & Coffee diharapkan bukan hanya menjadi sebuah restoran, tetapi menjadi simpul baru antara pariwisata, ekonomi, gotong royong, dan kemandirian desa adat.

Di tengah geliat pariwisata Bali, Suwat mencoba menawarkan sebuah gagasan sederhana: ketika modal kecil dari banyak orang disatukan, ia dapat berubah menjadi kekuatan besar untuk membangun masa depan bersama.

Bagi krama Bali yang berminat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai peluang kepemilikan Umasari Resto & Coffee, dapat menghubungi Ngakan Putu Sudibya (0813-3726-5397) atau Putu Oka Mahendra (0812-3898-9345).
(Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru