Kabar

Sambangi TPS3R Temesi,  Kades Temesi Ketut  Branayoga (Ahok) : Sinergi Pengelolaan Sampah Harus Diperkuat

Share:

 

GIANYAR | Branayogatalks.com – Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, kedisiplinan masyarakat, serta sistem pengelolaan yang berjalan dari tingkat desa.

Semangat itulah yang mengemuka saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar melakukan kunjungan ke TPS3R Desa Temesi, Kecamatan Gianyar.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara Satpol PP dengan Pemerintah Desa Temesi sekaligus melihat secara langsung aktivitas dan kondisi pengelolaan sampah di TPS3R.

Kehadiran Satpol PP juga dinilai strategis karena pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi menyangkut kedisiplinan masyarakat, ketertiban, serta kesadaran bersama dalam menjaga ruang hidup.

Perbekel Desa Temesi, I Ketut Branayoga, S.E., yang akrab disapa ahok temesi menyambut baik kunjungan tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada jajaran Satpol PP Kabupaten Gianyar yang telah datang langsung melihat kondisi TPS3R sekaligus membuka ruang komunikasi dan sinergi dengan pemerintah desa.

Menurut Branayoga, kunjungan seperti ini memiliki arti penting karena persoalan sampah membutuhkan penanganan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Satpol PP Kabupaten Gianyar ke TPS3R Desa Temesi. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi perhatian pemerintah desa, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Branayoga.

Ia menegaskan, Desa Temesi terus berupaya membangun kesadaran masyarakat agar sampah tidak dipandang sebagai persoalan yang harus dibuang, tetapi sebagai sesuatu yang harus dikelola sejak dari sumbernya.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mulai disiplin memilah sampah dari rumah. Kalau dari sumbernya sudah dipilah, proses selanjutnya akan jauh lebih mudah dan manfaatnya juga bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

TPS3R Jadi Garda Depan Pengelolaan Sampah

Baca juga:  Pacu Percepatan Infrastruktur, Bupati Gianyar Made Mahayastra Targetkan Seluruh Jalan Kabupaten Mulus dalam Tiga Tahun

Keberadaan TPS3R menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sampah yang masuk tidak semata-mata berakhir sebagai timbunan, tetapi diupayakan melalui proses pemilahan dan pengolahan sesuai jenisnya.

Desa Temesi sendiri telah mengembangkan pengelolaan sampah berbasis TPS3R. Dalam pemberitaan sebelumnya, TPS3R Wiguna Amerta Asri Desa Temesi disebut melakukan pemilahan sampah organik, anorganik dan residu. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah nonorganik yang memiliki nilai ekonomis dikumpulkan melalui mekanisme bank sampah.

Bagi Pemerintah Desa Temesi, sistem tersebut harus terus diperkuat. Sebab, keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas.

Partisipasi masyarakat menjadi kunci.

“Pemerintah bisa menyiapkan fasilitas, tetapi keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. Karena itu, edukasi, kedisiplinan dan kolaborasi harus berjalan bersama,” ungkap Branayoga.

Temesi Ingin Lepas dari Stigma TPA

Upaya memperkuat pengelolaan lingkungan memiliki makna tersendiri bagi Desa Temesi. Desa ini selama bertahun-tahun lekat dengan keberadaan TPA Temesi dan stigma sebagai kawasan pembuangan sampah.

Namun, Pemerintah Desa Temesi kini terus mendorong perubahan wajah desa melalui berbagai program lingkungan. Desa Temesi bahkan telah masuk sebagai desa wisata dan melakukan penataan lingkungan untuk menghilangkan kesan kumuh yang selama ini melekat.

Program lingkungan tersebut juga sejalan dengan berbagai upaya pembinaan Desa Temesi, termasuk program “AKU HATINYA PKK” yang diarahkan untuk mengubah citra Temesi menjadi desa yang indah dan asri.

Karena itu, pengelolaan TPS3R menjadi bagian penting dari perjalanan Desa Temesi membangun identitas baru sebagai desa yang bersih, sehat, nyaman dan berkelanjutan.

Branayoga berharap sinergi dengan Satpol PP Kabupaten Gianyar dapat terus dilanjutkan, tidak hanya melalui kunjungan, tetapi juga melalui edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat.

Baca juga:  Siap Maju di Pilkel Blahbatuh,  I Made Dwiantara Akademisi Muda dengan Usung Sinergi Adat-Dinas dan Revolusi Pengelolaan Sampah

“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pihak, kita ingin Temesi benar-benar menjadi desa yang bersemi—bersih, sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sampah Dikelola, Lingkungan Terjaga

Kunjungan Satpol PP Kabupaten Gianyar ke TPS3R Desa Temesi sekaligus menjadi pesan bahwa persoalan sampah harus ditempatkan sebagai agenda bersama.

Bukan hanya persoalan mengangkut dan membuang.

Tetapi bagaimana sampah dipilah, dikelola, dimanfaatkan kembali dan dikurangi sejak dari sumbernya.

Dari TPS3R Temesi, semangat itu kembali ditegaskan: sampah dikelola, lingkungan terjaga, masyarakat sejahtera.

Dan bagi Desa Temesi, perubahan wajah desa tidak cukup dibangun dengan infrastruktur. Ia harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat.

Temesi bersemi bukan karena sampahnya hilang, tetapi karena masyarakatnya semakin sadar bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari menjaga masa depan desa. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru