Kabar

Kades Desa Temesi, ( Ahok) Gandeng Bapas kelas 1 Denpasar Perkuat  Reintegrasi Sosial dan Tanam Pohon untuk Lingkungan

Share:

 

GIANYAR | Branayogatalks.com – Upaya mengembalikan klien pemasyarakatan ke tengah masyarakat membutuhkan dukungan semua pihak. Tidak cukup hanya menjalani proses hukum dan pembinaan, mereka juga memerlukan penerimaan lingkungan, pendampingan, serta kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi dan koordinasi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar bersama Pemerintah Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Perbekel Desa Temesi, I Ketut Branayoga, S.E., menyambut positif kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah desa serta masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bapas Kelas I Denpasar, I Kadek Dedi Wirawan Arintama, bersama jajaran staf. Selain memperkuat pemahaman mengenai peran pemasyarakatan dan pentingnya penerimaan masyarakat terhadap klien pemasyarakatan, kegiatan tersebut juga diisi aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan melalui penanaman pohon.

Usai acara, I Kadek Dedi Wirawan Arintama bersama 16 orang staf melaksanakan penanaman pohon di sekitar lokasi kegiatan. Aksi penghijauan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.

Perbekel Temesi: Jangan Berikan Stigma Negatif

Perbekel Desa Temesi, I Ketut Branayoga, S.E., menilai kegiatan yang dilaksanakan Bapas Kelas I Denpasar merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memberikan kesempatan kedua kepada orang yang telah menjalani hukuman.

Menurut Branayoga, ketika seseorang kembali ke lingkungan tempat tinggalnya, masyarakat memiliki peran penting dalam membantu proses penyesuaian diri. Penerimaan yang baik akan membuka kesempatan bagi mereka untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari dan memperbaiki masa depan.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Mereka yang telah menjalani hukuman akan kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan seperti warga lainnya. Karena itu, lingkungan masyarakat hendaknya menerima mereka dengan lapang dada, membimbing, serta memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri,” ungkap Branayoga.

Ia menegaskan, kesalahan pada masa lalu tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk terus memberikan penilaian negatif. Sebaliknya, masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan positif, tanpa mengabaikan aturan hukum dan tanggung jawab sosial.

Menurutnya, keberhasilan reintegrasi sosial tidak bisa hanya dibebankan kepada Bapas. Pemerintah desa, kepala dusun, aparat keamanan, keluarga, dan masyarakat harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Branayoga mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Desa Temesi karena memberikan pemahaman lebih luas mengenai tugas Bapas dan peran masyarakat dalam mendukung klien pemasyarakatan.

Baca juga:  Ahok Temesi Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan 17 Juni 2026, Ajak Masyarakat Menebarkan Dharma dan Kebajikan

“Program ini sangat bagus, terlebih bagi kami di Desa Temesi yang baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memahami apa itu Bapas, siapa yang dimaksud dengan klien pemasyarakatan, serta bagaimana peran masing-masing unsur dalam mendukung proses mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak desa. Dengan demikian, komunikasi antara Bapas dan pemerintah desa semakin kuat, sementara masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hukum dan pemasyarakatan.

“Ke depan, kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan. Koordinasi antara pemerintah desa dan Bapas harus terjalin dengan baik sehingga pemahaman masyarakat terhadap hukum semakin meningkat. Dengan begitu, klien pemasyarakatan memiliki kesempatan yang lebih terbuka untuk memperbaiki kehidupannya,” tegasnya.

Kepala Bapas Denpasar Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Desa

Kepala Bapas Kelas I Denpasar, I Kadek Dedi Wirawan Arintama, bersama jajarannya hadir dalam kegiatan yang memperkuat hubungan koordinasi antara Bapas dan Pemerintah Desa Temesi.

Kolaborasi ini penting karena proses reintegrasi sosial tidak sekadar berkaitan dengan kembalinya seseorang ke tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana. Lebih dari itu, proses ini mencakup upaya membangun kembali hubungan sosial, menumbuhkan tanggung jawab, dan membantu klien menyesuaikan diri dengan kehidupan di lingkungannya.

Pemerintah desa menjadi salah satu mitra penting karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat serta memahami kondisi lingkungan setempat. Melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, pendampingan terhadap klien pemasyarakatan diharapkan dapat berlangsung lebih terarah sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan di Desa Temesi sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan hukuman, tetapi juga mencakup pembinaan dan persiapan agar seseorang dapat kembali menjalani kehidupan sosial secara bertanggung jawab.

Sinergi Bapas dengan pemerintah desa, aparat kewilayahan, keluarga, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih terbuka terhadap perubahan, tanpa mengesampingkan kepatuhan terhadap hukum dan keamanan bersama.

Usai Acara, Kepala Bapas dan 16 Staf Tanam Pohon

Tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi dan koordinasi, Bapas Kelas I Denpasar juga menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Baca juga:  Program Bantuan Susu bagi Ibu Hamil,  Kades Temesi (Ahok) ini Wujud Nyata Investasi Membangun Generasi Sehat Sejak dalam Kandungan

Usai acara, Kepala Bapas Kelas I Denpasar, I Kadek Dedi Wirawan Arintama, bersama 16 orang staf melaksanakan penanaman pohon di sekitar lokasi kegiatan di Desa Temesi.

Aksi penghijauan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam. Penanaman pohon juga menghadirkan pesan bahwa pembangunan masyarakat yang lebih baik perlu berjalan beriringan dengan upaya merawat lingkungan.

Kegiatan tersebut menambah dimensi sosial dalam pelaksanaan program Bapas. Jika sosialisasi reintegrasi sosial menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada manusia untuk memperbaiki diri, penanaman pohon mengingatkan bahwa lingkungan juga membutuhkan perhatian dan perawatan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh semangat gotong royong serta kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat. Kolaborasi antara Bapas dan pemerintah desa pun diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman mengenai pemasyarakatan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Membangun Masyarakat yang Peduli dan Memberikan Kesempatan Kedua

Stigma sosial kerap menjadi salah satu tantangan bagi klien pemasyarakatan ketika kembali ke lingkungan tempat tinggalnya. Penolakan dan prasangka dapat mempersulit proses penyesuaian diri, sedangkan dukungan keluarga dan masyarakat dapat membantu mereka membangun kembali kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, reintegrasi sosial membutuhkan keseimbangan antara penerimaan masyarakat, pendampingan yang tepat, kepatuhan terhadap hukum, dan tanggung jawab pribadi. Memberikan kesempatan bukan berarti menghapus kesalahan masa lalu, melainkan membuka ruang bagi seseorang untuk belajar dan berubah.

Pemerintah Desa Temesi berharap sinergi bersama Bapas Kelas I Denpasar terus diperkuat melalui komunikasi, koordinasi, dan kegiatan edukasi yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Pada akhirnya, keberhasilan reintegrasi sosial bukan hanya diukur dari kembalinya seseorang ke tengah masyarakat, tetapi juga dari kemampuannya menjalani kehidupan secara bertanggung jawab serta memperoleh kesempatan untuk berkontribusi positif.

Melalui penguatan reintegrasi sosial dan aksi penanaman pohon, kegiatan di Desa Temesi membawa dua pesan penting: manusia perlu diberi ruang untuk memperbaiki diri, sementara lingkungan harus dirawat demi keberlanjutan kehidupan bersama.

Dengan kolaborasi pemerintah desa, Bapas, aparat kewilayahan, dan masyarakat, harapan untuk membangun lingkungan yang lebih peduli, aman, hijau, dan terbuka terhadap perubahan dapat diwujudkan bersama. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru