Kabar

Sinergi Kampus dan Desa Berakhir Manis, Program Desa Dampingan Mahasiswa Sosiologi Unud Tinggalkan Jejak Positif di Temesi

Share:

GIANYAR | branayogatalks.com – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai acara penutupan Program Desa Dampingan Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Udayana di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, Sabtu (25/7/2026). Program pengabdian masyarakat tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat dalam membangun desa melalui pendidikan, pemberdayaan, serta penguatan karakter generasi muda.

Kegiatan penutupan dihadiri Koordinator Program Studi Sosiologi Universitas Udayana Wahyu Budi Nugroho, S.Sos., M.A., dosen pembimbing, Kepala Desa Temesi I Ketut Branayoga, S.E., jajaran Pemerintah Desa Temesi, Kepala SD Negeri 2 Temesi beserta para guru, mahasiswa Sosiologi Universitas Udayana, siswa-siswi kelas IV SD Negeri 2 Temesi, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Acara diawali dengan laporan Wakil Ketua Panitia Ni Nyoman Nila Handayani, yang menyampaikan rangkaian kegiatan selama pelaksanaan program desa dampingan. Selanjutnya, Ketua Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Universitas Udayana, Ni Kadek Adhinia Cahayani, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah membuka ruang belajar sekaligus pengabdian bagi para mahasiswa.

Koordinator Program Studi Sosiologi Universitas Udayana, Wahyu Budi Nugroho, S.Sos., M.A., mengungkapkan bahwa program desa dampingan merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga belajar memahami kehidupan sosial masyarakat secara langsung.

Sementara itu, Kepala Desa Temesi, I Ketut Branayoga, S.E., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Udayana, khususnya Program Studi Sosiologi, yang telah memilih Desa Temesi sebagai lokasi pelaksanaan Program Desa Dampingan.

Menurutnya, kehadiran para mahasiswa memberikan warna baru bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif, pendampingan, dan interaksi sosial yang mampu mempererat hubungan antara dunia akademik dengan masyarakat desa.

Baca juga:  Hijaukan Gianyar dari Akar Tradisi: 300 Pohon Ditanam, Komitmen Lestarikan Bumi Diperkuat

“Atas nama Pemerintah Desa Temesi dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Universitas Udayana, khususnya Program Studi Sosiologi, atas kepercayaan menjadikan Desa Temesi sebagai lokasi Program Desa Dampingan. Kehadiran para mahasiswa tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga semangat pengabdian, kepedulian, serta inspirasi bagi masyarakat kami,” ujar I Ketut Branayoga, S.E.

Ia juga memberikan apresiasi kepada SD Negeri 2 Temesi yang telah mendukung penuh pelaksanaan program dengan melibatkan siswa-siswi kelas IV dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang mampu membentuk karakter anak sejak dini.

“Kami berharap pengalaman yang diperoleh anak-anak dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, memperkuat semangat gotong royong, serta menanamkan rasa cinta kepada desa sejak usia dini,” katanya.

Lebih lanjut, I Ketut Branayoga, S.E. menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun desa yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

“Kami percaya sinergi seperti ini harus terus dijaga. Semoga kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Temesi,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar pengalaman selama berada di Desa Temesi menjadi bekal berharga dalam kehidupan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

Kepada para siswa SD Negeri 2 Temesi, I Ketut Branayoga, S.E. memberikan motivasi agar terus belajar dengan tekun, menghormati guru dan orang tua, mencintai lingkungan, serta tidak pernah berhenti mengejar cita-cita.

“Anak-anakku, teruslah rajin belajar, hormati guru dan orang tua, cintai lingkungan, serta jangan pernah berhenti bermimpi. Kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Desa Temesi,” pesannya.

Baca juga:  Apresiasi Pembentukan Pansus TRAP DPRD Bali, Gde Sumarjaya Linggih Dorong Tata Ruang Tertib Tanpa Menghambat Investasi

Di akhir sambutannya, I Ketut Branayoga, S.E. mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan Program Desa Dampingan Mahasiswa Sosiologi Universitas Udayana. Dengan memanjatkan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ia secara resmi menutup rangkaian kegiatan tersebut.

Program Desa Dampingan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat desa, sehingga mampu melahirkan berbagai inovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendorong terwujudnya pembangunan Desa Temesi yang semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Tim Branayoga Talks)

Tag:
Kabar Terbaru