Gianyar | Branayogatalks.com – 1 Mei 2026 – Kepala Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, I Ketut Branayoga, SE yang akrab disapa Ahok Temesi, menyerukan pentingnya gerakan nasional melawan sampah sebagai bagian dari revolusi hijau menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui program “Beranayoga Talk”, Ahok Temesi menegaskan bahwa persoalan sampah kini bukan lagi sekadar isu kebersihan lingkungan, melainkan telah menjadi persoalan strategis nasional yang menyangkut kesehatan masyarakat, keberlanjutan pariwisata, ekonomi, hingga masa depan generasi mendatang.
Dalam pernyataannya, Ahok Temesi memberikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang dinilai serius menjadikan persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah sebagai prioritas nasional.
“Sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan pinggiran. Lingkungan yang bersih adalah fondasi kesehatan masyarakat, kekuatan ekonomi, keberlanjutan pariwisata, dan kehormatan bangsa,” ujar Ahok Temesi.
Menurutnya, kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan visi besar dalam membangun Indonesia yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
“Pemimpin besar tidak hanya membangun jalan tol, bandara, atau gedung pencakar langit, tetapi juga memastikan sungai tetap jernih, laut tetap biru, tanah tetap subur, dan udara tetap layak untuk anak cucu kita,” tegasnya.
Bali Hadapi Tantangan Sampah yang Kompleks
Ahok Temesi menyoroti Bali sebagai salah satu daerah yang menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. Sebagai destinasi wisata dunia, Bali menghasilkan volume sampah yang sangat besar setiap harinya, baik dari rumah tangga, hotel, restoran, pasar tradisional, hingga sektor pariwisata lainnya.
Ia menilai sistem pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan sudah tidak lagi mampu mengimbangi peningkatan timbulan sampah.
“Kasus TPA Suwung menjadi contoh nyata bahwa sistem lama sudah tidak memadai. Open dumping bukan lagi solusi, tetapi warisan masalah yang harus segera diakhiri,” katanya.
Karena itu, ia mengapresiasi langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang melakukan evaluasi dan pengawasan langsung ke berbagai daerah, termasuk Bali.
Menurut Ahok Temesi, kehadiran pemerintah pusat menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap ancaman kerusakan lingkungan.
“Ini bukan kunjungan seremonial. Ini pesan tegas bahwa negara peduli dan serius menangani persoalan lingkungan,” ujarnya.
Dorong Penegakan Hukum dan TPS 3R di Desa

Dalam kesempatan tersebut, Ahok Temesi juga menyampaikan sejumlah solusi jangka pendek yang dinilai perlu segera dilakukan untuk mengatasi persoalan sampah di Indonesia, khususnya Bali.
Ia menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan, baik individu maupun pelaku usaha.
“Aturan tanpa penegakan hanyalah tulisan di atas kertas,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong optimalisasi sistem pengangkutan sampah, penambahan armada, pembangunan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di setiap desa dan kecamatan, serta penghentian bertahap praktik open dumping sesuai regulasi nasional.
Tak hanya itu, Ahok Temesi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk rutin melakukan operasi bersih di sungai, pantai, pasar, dan kawasan wisata.
Indonesia Butuh Transformasi Pengelolaan Sampah
Untuk jangka panjang, Ahok Temesi menilai Indonesia membutuhkan transformasi total dalam sistem pengelolaan sampah. Ia menyoroti pentingnya investasi pada teknologi waste to energy, penguatan industri daur ulang, serta penerapan ekonomi sirkular berbasis teknologi modern.
Namun menurutnya, perubahan paling penting adalah membangun budaya baru di tengah masyarakat.
“Kita harus membangun budaya mengelola sampah dari rumah, budaya mengurangi plastik sekali pakai, dan budaya bertanggung jawab terhadap limbah yang kita hasilkan,” ungkapnya.
Ia menilai visi Presiden Prabowo sangat relevan dalam mewujudkan Indonesia hijau dan berkelanjutan menuju 2045.
“Indonesia Emas tidak akan tercapai jika lingkungan kita rusak. Apa artinya pertumbuhan ekonomi tinggi jika sungai tercemar dan pantai dipenuhi sampah?” katanya.
Bali Harus Jadi Role Model Nasional
Ahok Temesi juga menyebut Bali memiliki peluang besar menjadi contoh nasional dalam pengelolaan lingkungan berbasis budaya dan partisipasi masyarakat.
Menurutnya, momentum saat ini harus dimanfaatkan untuk melakukan transformasi besar-besaran dalam tata kelola sampah.
“Ini momentum emas bagi Bali untuk membuktikan bahwa Pulau Dewata tidak hanya unggul dalam budaya dan pariwisata, tetapi juga menjadi role model nasional dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Ia pun mengajak pemerintah daerah, desa adat, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk bersatu mendukung kebijakan pemerintah pusat tanpa ego sektoral.
“Sampah adalah tanggung jawab bersama. Tidak boleh ada saling menyalahkan,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Ahok Temesi mengajak seluruh masyarakat mendukung gerakan Indonesia Go Green sebagai gerakan nasional menuju negeri yang lebih bersih, sehat, modern, dan bermartabat.
“Indonesia Go Green bukan sekadar slogan. Ini adalah gerakan menuju Indonesia Hijau, Indonesia Maju, dan Indonesia Emas,” pungkasnya. (Tim Newsyess)