GIANYAR | Branayogatalks.com — Sebanyak 10 desa di Kabupaten Gianyar mulai mematangkan persiapan menghadapi Lomba Telajakan tingkat provinsi. Untuk memastikan kesiapan peserta, Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Gianyar menggelar evaluasi persiapan lomba di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan sekaligus penilaian awal terhadap desa-desa yang dinilai memiliki potensi mewakili Gianyar dalam ajang lomba telajakan. Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan setiap desa memahami indikator penilaian serta mampu menampilkan identitas lingkungan yang bersih, tertata, dan berkarakter.
Adapun desa yang mengikuti evaluasi meliputi Desa Peliatan, Desa Mas, Desa Batubulan, Desa Kemenuh, Desa Celuk, Desa Kedisan, Desa Sanding, Desa Saba, Desa Petak Kaja, dan Desa Kerta.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan lomba telajakan bukan sekadar kompetisi estetika lingkungan, melainkan bagian dari gerakan membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan penataan kawasan secara berkelanjutan.
“Melalui lomba telajakan ini, kami ingin mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih, rapi, hijau, dan bebas sampah. Harapannya, masyarakat mampu menata telajakan secara mandiri tanpa harus menunggu momentum lomba,” ujarnya.
Menurutnya, telajakan memiliki nilai penting sebagai wajah lingkungan sekaligus identitas budaya Bali yang harus dijaga keberadaannya. Penataan telajakan yang baik dinilai mampu menciptakan suasana desa yang asri, nyaman, serta mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra juga berharap desa yang nantinya terpilih dapat menjadi role model bagi desa lainnya di Kabupaten Gianyar dalam membangun budaya kebersihan dan penataan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Dalam proses evaluasi, sejumlah indikator menjadi fokus penilaian, di antaranya aspek pembinaan, kesesuaian fungsi telajakan, kebersihan lingkungan, hingga nilai estetika dan keberlanjutan penataan kawasan.
Selain menjaga kebersihan, penataan telajakan juga diarahkan untuk memperkuat identitas daerah. Salah satunya melalui pemanfaatan tanaman khas dan ornamen lokal, termasuk penggunaan maskot Kabupaten Gianyar seperti bunga padma sebagai elemen penghias lingkungan.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi poin penting dalam penilaian. Melalui kegiatan kul-kul gotong royong PKK, masyarakat bersama kader PKK didorong aktif menjaga kebersihan, merawat tanaman, serta memperindah telajakan secara berkesinambungan.
Dengan adanya evaluasi ini, TP Posyandu Gianyar berharap seluruh desa peserta semakin siap menghadapi lomba tingkat provinsi sekaligus mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berakar dari partisipasi masyarakat desa. (Tim Newsyess)