Kabar

BSI Temesi Bersemi Buka Peluang Investasi Pengolahan Sampah Plastik, Kades Temesi: Siap Jadi Solusi Sampah Gianyar hingga Bali

Share:

 

Gianyar | Branayogatalks.com – Pemerintah Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, terus menunjukkan komitmennya dalam penanganan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius di Kabupaten Gianyar. Melalui Bank Sampah Induk (BSI) Temesi Bersemi, Desa Temesi kini membuka peluang kerja sama seluas-luasnya kepada investor maupun pelaku usaha untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis, seperti paving block dan berbagai produk daur ulang lainnya.

Kepala Desa Temesi, I Ketut Branayoga yang akrab disapa Ahok Temesi, menjelaskan bahwa lahirnya BSI Temesi Bersemi berawal dari terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati Gianyar pada tahun 2025 yang menetapkan Desa Temesi sebagai Bank Sampah Induk dengan cakupan tingkat kabupaten.

Menurutnya, keberadaan BSI Temesi Bersemi bukan lagi hanya untuk kepentingan Desa Temesi semata, melainkan menjadi bagian dari solusi penanganan sampah di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar.

“Desa Temesi mendapat SK Bupati tentang Bank Sampah Induk dengan cakupan kabupaten. Tujuannya bagaimana ikut menyelesaikan persoalan sampah di Gianyar yang selama ini belum bisa ditangani secara maksimal oleh dinas terkait,” ujarnya.

Ia mengatakan, posisi Desa Temesi yang selama ini dikenal sebagai jalur lalu lintas sampah menuju TPA menjadikan wilayah tersebut memiliki potensi besar dalam pengelolaan dan pengolahan sampah, khususnya sampah plastik. Selain itu, keberadaan sekitar 15 pengepul sampah di wilayah Temesi juga menjadi modal penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.

“Selama ini para pengepul berjalan sendiri-sendiri, baik dalam pengolahan maupun penjualan. Dengan hadirnya BSI Temesi Bersemi, kami ingin mengakomodasi potensi itu agar lebih tertata dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

BSI Temesi Bersemi sendiri direncanakan mulai beroperasi penuh pada akhir Juni 2026. Dalam peluncuran operasional tersebut, pemerintah desa akan mengundang berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), stakeholder, hingga perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung pengadaan mesin dan fasilitas pengolahan sampah yang saat ini masih terus dilengkapi.

Baca juga:  Anggota DPD-RI Nyoman Parta Soroti Sistem Rujukan RS di Bali yang “Ruwet”: Lamban dan Berpotensi Memakan Korban

Ahok Temesi menegaskan, pihaknya membuka peluang selebar-lebarnya bagi investor, pelaku UMKM, pengusaha lokal, nasional, hingga internasional yang tertarik mengembangkan usaha pengolahan sampah plastik.

“Kami membuka peluang kerja sama sebesar-besarnya. Kalau ada investor yang ingin mengolah sampah plastik menjadi paving block atau produk lainnya, BSI siap menyediakan bahan baku sesuai kebutuhan mereka,” katanya.

Ia optimistis pola kerja sama tersebut akan menciptakan hubungan saling menguntungkan atau win-win solution. Dari sisi desa, keberadaan investasi akan memberikan dampak ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Sementara bagi investor, pengolahan sampah plastik dinilai memiliki prospek keuntungan yang menjanjikan karena sampah kini memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Yang paling penting, persoalan sampah di Gianyar sedikit demi sedikit bisa kita tangani. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga penyelamatan lingkungan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ahok Temesi menyebut kapasitas pasokan sampah di wilayah Temesi sangat besar karena arus sampah dari seluruh Kabupaten Gianyar melintasi wilayah tersebut setiap hari. Karena itu, pihaknya tidak membatasi jumlah investor yang ingin bergabung.

“Tidak ada limit. Sampah yang melintas ke wilayah kami sangat besar dan selama ini belum terakomodasi dengan baik,” ungkapnya.

Bahkan, jika program ini berkembang optimal dan banyak investor bergabung, ia meyakini BSI Temesi Bersemi dapat menjadi pusat pengolahan sampah yang tidak hanya melayani Gianyar, tetapi juga wilayah lain di Bali.

“Kalau ini berjalan baik, bukan hanya Gianyar, Bali pun bisa kita bantu tangani persoalan sampahnya. Sepanjang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan, kami terbuka,” ujarnya.

Dalam upaya menarik investor, Pemerintah Desa Temesi juga membuka peluang kerja sama dengan lembaga internasional maupun organisasi global yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah.

Baca juga:  TPA Suwung, Sampah Bali dan Jalan Keluar yang Masuk Akal I Ketut Branayoga: Jangan Tutup Tanpa Solusi, Reformasi Sampah Harus Dimulai dari Sumber

Menurut Ahok Temesi, sejumlah lembaga seperti World Bank, organisasi lingkungan dunia, hingga yayasan perusahaan internasional dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pengurangan sampah plastik dan ekonomi sirkular.

“Investor terbuka untuk siapa saja, mulai dari lokal Bali, nasional, sampai luar negeri. Banyak organisasi dunia yang sangat peduli terhadap lingkungan dan pengolahan sampah plastik,” katanya.

Terkait kesiapan fasilitas, Ahok Temesi memastikan lahan untuk pengembangan BSI Temesi Bersemi sudah tersedia dan dinilai cukup memadai. Saat ini, desa memiliki lahan sekitar 15 are yang siap dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan pengolahan sampah terpadu.

“Lahan kami kurang lebih 15 are dan saat ini masih cukup. Kalau nanti diperlukan pengembangan lebih besar, tentu akan kami pikirkan untuk perluasan,” tandasnya. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru