Kabar

Mahayastra Lepas 204 Penerima Beasiswa Pelatihan Kerja, Siapkan SDM Gianyar yang Kompeten dan Siap Kerja

Share:

 

Gianyar | Branayogatalks.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kompeten, dan berdaya saing kembali diwujudkan melalui program bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut secara resmi ditandai dengan pelepasan peserta penerima manfaat oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Rabu (3/6/2026), di Taman Maheswara, halaman belakang Kantor Bupati Gianyar.

Sebanyak 204 peserta terpilih akan mengikuti program pendidikan dan pelatihan selama satu tahun di berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah. Program ini menjadi bagian dari implementasi misi keempat Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan yang maju, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam arahannya, Bupati Mahayastra menegaskan bahwa perkembangan industri dan dunia usaha saat ini menuntut tersedianya tenaga kerja yang profesional, memiliki keterampilan khusus, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Kebutuhan tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan memiliki keahlian khusus terus meningkat. Salah satu jalan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah melalui pendidikan dan pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja,” ujar Mahayastra.

Bupati asal Payangan tersebut juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang kini mulai mengubah berbagai sektor pekerjaan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus disikapi secara bijak oleh dunia pendidikan dan pelatihan.

Ia menekankan bahwa lembaga pelatihan harus mampu menyesuaikan kurikulum dan metode pembelajaran dengan kebutuhan industri agar mampu menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di pasar kerja.

“Perubahan teknologi memang sangat cepat. Namun kami meyakini bahwa pada sektor hospitality dan pelayanan masih banyak pekerjaan yang membutuhkan sentuhan manusia dan tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin,” katanya.

Baca juga:  Serukan Aksi Nyata: Ahok Temesi Perang Tanpa Kompromi Lawan Sampah Demi Masa Depan Bali"

Selain membekali peserta dengan keterampilan teknis, Mahayastra juga mengingatkan pentingnya membangun mental yang kuat, percaya diri, dan berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

Menurutnya, keterampilan dan pengetahuan yang tinggi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila seseorang tidak memiliki keberanian untuk tampil dan membuktikan kemampuannya.

“Setinggi apa pun pengetahuan yang dimiliki, jika tidak berani menunjukkan kemampuan dan tampil di depan, maka kita akan tetap berada di titik yang sama. Jangan takut salah, karena kesalahan masih bisa diperbaiki. Yang terpenting adalah berani mencoba dan terus belajar,” tegasnya.

Mahayastra mengaku bersyukur program bantuan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda Gianyar untuk meningkatkan kualitas diri.

“Hari ini menjadi hari yang membahagiakan karena program ini dapat berjalan dengan baik. Ini juga menjadi kesempatan berharga bagi adik-adik sekalian untuk mengakses program pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan kompetensi sehingga siap memasuki dan bersaing di pasar kerja,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mahayastra juga berpesan kepada seluruh pengelola LPK agar tidak hanya fokus pada proses pendidikan dan pelatihan, tetapi juga memperkuat jaringan kerja sama dengan agen pemberangkatan maupun perusahaan penempatan tenaga kerja, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ia berharap sinergi tersebut dapat mempercepat penyaluran lulusan ke dunia kerja sehingga manfaat program dapat dirasakan secara nyata oleh peserta dan keluarganya.

“Saya berharap LPK fokus memberikan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas serta memperkuat kerja sama dengan perusahaan penempatan agar lulusan bisa lebih cepat terserap di dunia kerja. Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Raihlah masa depan melalui pendidikan berbasis kompetensi dan fokus pada tujuan agar tahun depan dapat lulus dengan sertifikat kompetensi serta siap bersaing,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Gede Suardana Putra, menjelaskan bahwa program bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses pendidikan vokasi yang berkualitas.

Baca juga:  Kabupaten Gianyar Tembus 7 Besar Nasional, Bupati Mahayastra Terima Penghargaan Kinerja Terbaik

Program ini ditujukan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi, namun memiliki semangat untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh pekerjaan yang layak.

“Peserta penerima manfaat merupakan lulusan SMA/SMK sederajat yang termasuk dalam angkatan kerja produktif dengan usia maksimal 25 tahun dan berasal dari masyarakat Kabupaten Gianyar yang masih memerlukan dukungan pemerintah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa dari target 400 penerima manfaat yang direncanakan pada tahun 2026, jumlah pendaftar yang masuk mencapai 345 orang. Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari administrasi, wawancara hingga visitasi rumah, akhirnya ditetapkan sebanyak 204 peserta sebagai penerima manfaat.

Dari total pendaftar, lima orang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi karena melebihi batas usia atau memiliki KTP di luar Kabupaten Gianyar. Pada tahap wawancara, sebanyak 26 orang tidak lolos karena tidak mengikuti wawancara, memilih program beasiswa S1 dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, maupun mengundurkan diri.

Selanjutnya, melalui tahap verifikasi akhir dan kunjungan lapangan ke rumah calon penerima, ditetapkan 204 peserta yang memenuhi kriteria. Sebanyak 20 calon penerima lainnya mengundurkan diri, sementara sisanya berada pada kelompok desil 6 hingga 10 berdasarkan data Kementerian Sosial.

Program ini diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Gianyar. Melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, generasi muda Gianyar diharapkan mampu memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri serta membuka peluang kerja yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru