Kabar

Branayoga Talk: Ketut Branayoga Soroti Perang Andi Amran Sulaiman Melawan Mafia Pangan dan Pentingnya Kedaulatan Pangan Nasional

Share:

 

BALI | Branayogatalks.com – Isu ketahanan pangan kembali menjadi sorotan dalam tayangan terbaru kanal YouTube Branayoga Talk. Dipandu oleh Ketut Branayoga, podcast tersebut mengangkat tema “Andi Amran Sulaiman dan Perang Besar Melawan Mafia Pangan”, yang mengulas berbagai tantangan sektor pertanian Indonesia sekaligus memberikan pandangan mengenai langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Dalam ulasannya, Branayoga menegaskan bahwa persoalan pangan tidak boleh dipandang sebagai isu biasa. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi utama sebuah negara, bahkan menjadi bagian dari pertahanan nasional.

“Negara yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri lambat laun akan kehilangan kedaulatannya. Ketika dunia menghadapi perang, perubahan iklim, dan terganggunya rantai pasok global, pangan menjadi senjata strategis yang menentukan masa depan sebuah bangsa,” ujar Branayoga dalam podcastnya.

Branayoga menilai Indonesia memiliki seluruh modal untuk menjadi negara yang mandiri di sektor pangan. Tanah yang subur, iklim tropis, sumber daya air yang melimpah, serta jutaan petani merupakan kekuatan besar yang harus dijaga melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Namun, menurutnya, selama bertahun-tahun sektor pertanian masih dibayangi berbagai persoalan mendasar. Mulai dari sulitnya akses pupuk, tingginya biaya produksi, fluktuasi harga hasil panen, hingga panjangnya rantai distribusi yang membuat petani tidak menikmati hasil kerja kerasnya secara maksimal.

Dalam pandangannya, persoalan tersebut tidak terlepas dari praktik mafia pangan yang bermain pada distribusi pupuk, tata niaga komoditas, pengelolaan stok hingga mekanisme impor. Ia menegaskan bahwa yang menjadi persoalan bukanlah seluruh tengkulak, melainkan sistem perdagangan yang membuat petani berada pada posisi lemah dan bergantung kepada perantara.

Branayoga kemudian memberikan apresiasi terhadap langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilainya berani mengambil sikap tegas terhadap berbagai penyimpangan di sektor pangan. Menurutnya, Amran dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi distribusi pupuk, memantau kondisi pasar, hingga menindak berbagai dugaan pelanggaran yang merugikan petani.

Baca juga:  Kades Desa Temesi, (Ahok) Dukung Penuh Posyandu Serentak 2026, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Ia juga menyoroti berbagai program strategis pemerintah di bidang pertanian, seperti percepatan swasembada pangan, pembukaan lahan sawah baru, modernisasi pertanian berbasis teknologi, hilirisasi hasil pertanian, serta pengembangan petani milenial.

Menurut Branayoga, transformasi pertanian harus terus dilakukan agar sektor ini mampu menarik minat generasi muda. Pertanian modern yang memanfaatkan drone, mekanisasi, digital farming, hingga teknologi berbasis data diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Dalam podcast tersebut, Branayoga juga mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap profesi petani.

“Dokter penting, guru penting, tentara penting. Tetapi tanpa petani, tidak ada makanan yang menghidupi bangsa. Karena itu, petani harus dihormati dan disejahterakan,” tegasnya.

Di akhir pembahasannya, Branayoga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung pembangunan sektor pertanian Indonesia. Ia meyakini bahwa perang melawan mafia pangan, perbaikan tata niaga, serta keberpihakan kepada petani merupakan langkah penting untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan.

Baginya, bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang mampu membeli kebutuhan pangan dari negara lain, tetapi bangsa yang mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Dari sawah-sawah yang digarap para petani, masa depan Indonesia sedang dipertaruhkan sekaligus diperjuangkan. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru