Kabar

Ida Gede Komang Kresna Budi, Wakil Ketua DPRD  Bali Dorong Kolaborasi Tangani Abrasi Pantai Buleleng

Share:

 

Singaraja | Branayogatalks.com – Persoalan abrasi pantai di Kabupaten Buleleng menjadi perhatian serius berbagai pihak. Fenomena yang terus menggerus kawasan pesisir itu dinilai tidak lagi sekadar menjadi isu lingkungan, tetapi telah berdampak pada keselamatan masyarakat, perlindungan infrastruktur, hingga keberlangsungan sektor ekonomi dan pariwisata di wilayah pesisir.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Ida Gede Komang Kresna Budi, menegaskan bahwa penanganan abrasi di Kabupaten Buleleng membutuhkan langkah yang lebih cepat dan kolaboratif. Menurutnya, upaya mengatasi abrasi tidak semestinya hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor swasta yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian kawasan pesisir.

Ia menilai setiap pihak yang memiliki niat baik untuk berkontribusi dalam penyelamatan pantai harus diberikan ruang untuk berpartisipasi, selama seluruh kegiatan yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, memperhatikan daya dukung alam, serta menghormati nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.

“Penanganan abrasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tentu memiliki peran utama, namun dukungan dari dunia usaha, komunitas, akademisi, maupun masyarakat akan mempercepat proses perlindungan kawasan pesisir jika dilakukan secara terarah dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Menurut Kresna Budi, Kabupaten Buleleng memiliki tantangan yang cukup besar karena merupakan daerah dengan garis pantai terpanjang di Provinsi Bali. Kondisi tersebut menjadikan Buleleng lebih rentan terhadap ancaman abrasi akibat gelombang laut, perubahan iklim, maupun faktor alam lainnya.

Apabila tidak ditangani secara serius, abrasi dikhawatirkan akan mengancam permukiman warga, merusak fasilitas umum, mengganggu aktivitas nelayan, hingga menurunkan daya tarik destinasi wisata yang selama ini menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat pesisir.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menyusun program penanganan abrasi yang berkelanjutan. Selain pembangunan infrastruktur pengaman pantai, langkah konservasi seperti rehabilitasi kawasan pesisir dan perlindungan ekosistem juga perlu menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

Baca juga:  Kades Desa Temesi, (Ahok) Dukung Penuh Posyandu Serentak 2026, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

“Kita harus memastikan bahwa setiap upaya penanganan abrasi tidak hanya menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan ekosistem pesisir untuk generasi mendatang,” katanya.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar tersebut menekankan bahwa keberhasilan penanganan abrasi akan memberikan manfaat yang luas, mulai dari meningkatnya rasa aman bagi masyarakat, terlindunginya infrastruktur publik, hingga terjaganya potensi ekonomi dan pariwisata yang menjadi aset penting Kabupaten Buleleng.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan pesisir Bali agar tetap aman, lestari, dan produktif. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci dalam menghadirkan solusi yang efektif terhadap ancaman abrasi.

“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kita optimistis kawasan pesisir Buleleng dapat terlindungi dengan baik sehingga tetap menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” tutup Kresna Budi. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru