Gianyar | Branayogatalks.com – Sosok I Dewa Putu Gde Sadia, yang akrab disapa Dewa Aji, dikenal luas sebagai figur pendidik sekaligus tokoh adat di Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Berbekal pengalaman panjang selama lebih dari tiga dekade sebagai guru dan pengabdian di lingkungan desa adat, Dewa Aji kini maju sebagai calon Perbekel (Kepala Desa) Desa Tulikup dengan semangat melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.
Keputusan Dewa Aji maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tulikup bukan semata-mata karena ambisi pribadi. Ia mengaku maju setelah mendapat dorongan dan kepercayaan dari masyarakat sesuai mekanisme serta aturan yang berlaku di wilayahnya.
“Ini bukan karena saya menginginkan jabatan. Saya maju karena ada kepercayaan dan amanah dari masyarakat. Kalau sudah menjadi keputusan bersama, saya siap menjalankan tugas itu sebagai bentuk pengabdian,” ujarnya.
Berpengalaman 32 Tahun Menjadi Guru
Sebelum memasuki dunia pengabdian di desa, Dewa Aji mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik di SMK Negeri 1 Gianyar selama 32 tahun hingga memasuki masa purnatugas.
Pengalaman sebagai guru membentuk karakter kepemimpinannya yang mengutamakan komunikasi, keterbukaan, disiplin, dan pembinaan sumber daya manusia. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjadi pendengar yang baik dan tidak alergi terhadap kritik.
“Kritik yang membangun harus diterima. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek,” tegasnya.
Pernah Menjabat Bendesa Adat Dua Periode
Selain berkarier sebagai guru, Dewa Aji juga memiliki rekam jejak panjang di bidang adat. Ia dipercaya masyarakat sebagai Bendesa Adat Tulikup Kaler selama dua periode, yakni dari 2006 hingga 2016.
Selama memimpin desa adat, berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dijalankan dengan mengedepankan prinsip kebersamaan dan musyawarah.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting baginya dalam memahami karakter masyarakat serta membangun sinergi antara pemerintahan desa dinas dan desa adat.
Menurut Dewa Aji, kekuatan pembangunan desa akan lahir apabila desa dinas dan desa adat mampu berjalan beriringan.
“Adat sudah mengakar di masyarakat. Pemerintahan desa juga memiliki fungsi administrasi dan pelayanan. Kalau keduanya bersinergi, pembangunan akan lebih cepat dirasakan masyarakat,” katanya.
Masih Aktif Mengabdi
Meski telah pensiun sebagai guru dan tidak lagi menjabat Bendesa Adat, pengabdian Dewa Aji belum berhenti.
Saat ini ia masih aktif sebagai:
Pengawas LPD Desa Adat Tulikup Kaler
Ketua Sabha Desa Adat Tulikup Kaler
Menurutnya, jabatan bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Fokus pada Ekonomi Desa dan Agrowisata
Jika dipercaya memimpin Desa Tulikup, Dewa Aji berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.
Salah satu program yang menjadi perhatiannya adalah pengembangan agrowisata. Ia menilai Desa Tulikup memiliki potensi yang dapat dikembangkan seperti daerah lain di Gianyar yang berhasil menjadikan sektor pertanian sebagai destinasi wisata.
Menurutnya, sektor pertanian tidak boleh ditinggalkan, tetapi harus diberi nilai tambah agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mendorong Generasi Muda Berkembang
Dewa Aji juga memberikan perhatian besar terhadap generasi muda.
Ia mengapresiasi program yang telah berjalan melalui LPD Desa Adat Tulikup kaler dalam membantu pembiayaan keberangkatan pemuda bekerja ke luar negeri.
Menurutnya, hingga kini sekitar 40 orang pemuda telah memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri melalui dukungan pembiayaan LPD Desa Adat tulikup kaler yang kemudian diangsur kembali setelah mereka bekerja.
Ke depan, menurutnya, program serupa dapat diperluas dengan memberikan edukasi dan motivasi kepada generasi muda agar memiliki wawasan luas, sekaligus mendorong mereka kembali membangun desa setelah memperoleh pengalaman dan keterampilan.
Pelayanan Publik Cepat Berbasis Teknologi
Dalam bidang pelayanan publik, Dewa Aji menginginkan pelayanan pemerintahan desa yang cepat, sederhana, dan berbasis teknologi informasi.
Ia menargetkan berbagai pelayanan administrasi dapat diselesaikan dalam waktu singkat selama persyaratan masyarakat telah lengkap.
“Kalau syaratnya lengkap, pelayanan sebisa mungkin selesai dalam satu hari. Sekarang sudah era digital, pelayanan juga harus mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Siap Menang, Siap Kalah
Bagi Dewa Aji, mengikuti Pilkades merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, ia mengaku siap menerima apa pun hasil yang diputuskan masyarakat.
“Menang atau kalah bukan persoalan. Yang terpenting saya sudah diberi kesempatan untuk mengabdi. Selama masih dipercaya masyarakat, saya akan terus mengabdikan diri, baik melalui desa maupun lembaga adat,” tuturnya.
Dengan pengalaman sebagai pendidik selama 32 tahun, mantan Bendesa Adat Tulikup kaler dua periode, serta masih aktif sebagai Pengawas LPD dan Ketua Sabha Desa Adat Tulikup Kaler, Dewa Aji berharap dapat menjadi jembatan yang memperkuat sinergi antara pemerintahan desa, desa adat, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Desa Tulikup yang maju, harmonis, serta sejahtera. (Tim Newsyess)