Gianyar | BranayogaTalks.com – Kepala Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, I Ketut Branayoga, SE yang akrab disapa Ahok Temesi, menyampaikan apresiasi dan penghormatan tinggi kepada Bupati Gianyar, Agus Mahayastra, atas kepemimpinannya yang dinilai berhasil membawa Kabupaten Gianyar semakin maju, dikenal luas, serta tetap kokoh menjaga budaya Bali di tengah arus modernisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahok Temesi dalam tayangan Branayoga Talks pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 07.17 WITA. Dalam penyampaiannya, ia menilai sosok Agus Mahayastra bukan sekadar pemimpin pemerintahan, melainkan figur yang benar-benar memahami denyut kehidupan masyarakat Gianyar.
“Daerah tidak hanya membutuhkan seorang pemimpin, tetapi membutuhkan sosok yang mampu memahami harapan rakyatnya, merasakan kebutuhan masyarakat, dan bekerja dengan sepenuh hati untuk masa depan bersama,” ujar Ahok Temesi.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Agus Mahayastra, Gianyar mengalami perkembangan yang sangat signifikan, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam penguatan ekonomi kerakyatan, pelayanan publik, hingga pelestarian budaya dan seni tradisi Bali.
Ia menyebut, keberhasilan seorang pemimpin sejatinya bukan diukur dari megahnya bangunan yang berdiri, melainkan dari meningkatnya kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakatnya.
“Beliau hadir bukan hanya menjalankan roda pemerintahan, tetapi membangun dengan hati. Keberhasilan itu terlihat dari senyum rakyat yang semakin bahagia,” ungkapnya.
Ahok Temesi menilai berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemkab Gianyar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pelosok desa, peningkatan layanan kesehatan, kualitas pendidikan, hingga dukungan terhadap pelaku UMKM yang semakin berkembang.
Menurutnya, seluruh program tersebut dijalankan dengan visi yang matang serta komitmen yang kuat demi memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti komitmen Agus Mahayastra dalam menjaga identitas budaya Gianyar sebagai jantung seni dan budaya Bali. Di tangan Agus Mahayastra, warisan leluhur dinilai tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diangkat ke tingkat nasional hingga internasional.
“Pelestarian budaya bukan sekadar slogan. Dukungan terhadap seniman, pelaku budaya, hingga generasi muda benar-benar diwujudkan melalui kebijakan nyata. Festival budaya terus hidup, seni tradisi terus berkembang, dan identitas Gianyar semakin kuat di mata dunia,” katanya.
Ahok Temesi menegaskan bahwa pembangunan modern yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak pernah meninggalkan akar budaya Bali. Justru budaya dijadikan fondasi utama dalam membangun kemajuan daerah.
“Gianyar maju bukan dengan meninggalkan akar budaya, tetapi dengan menguatkannya,” tegasnya.
Berbagai penghargaan dan pengakuan yang diraih Gianyar, lanjutnya, menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi kepemimpinan Agus Mahayastra bersama seluruh jajaran pemerintah daerah.
Ia menilai penghargaan yang diraih bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan bahwa Gianyar dikelola dengan baik dan penuh tanggung jawab.
“Ketika sebuah daerah mendapat penghargaan, maka masyarakatlah yang paling berbahagia. Itu bukti bahwa pemimpinnya bekerja sepenuh hati dan daerahnya diperhitungkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahok Temesi juga menyoroti kepercayaan masyarakat Gianyar yang kembali memberikan amanah kepemimpinan kepada Agus Mahayastra selama dua periode. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk cinta dan kepercayaan rakyat atas karya nyata yang telah dirasakan langsung.
“Dua periode bukan sekadar angka. Itu adalah bukti kepercayaan dan cinta masyarakat kepada pemimpin yang benar-benar bekerja,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Gianyar tidak lepas dari sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, OPD, ASN, perangkat desa, hingga masyarakat.
“Ketika visi pemimpin sejalan dengan semangat seluruh jajaran dan masyarakat, maka kemajuan bukan lagi impian, tetapi menjadi kenyataan. Gianyar adalah bukti nyata dari kolaborasi itu,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, Ahok Temesi menyampaikan rasa terima kasih kepada Agus Mahayastra atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan bagi Gianyar.
“Terima kasih telah membuktikan bahwa jabatan adalah alat untuk melayani, bukan untuk dilayani. Gianyar beruntung memiliki beliau, Bali bangga atas kiprahnya, dan Indonesia menghormati prestasinya,” pungkasnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Gianyar untuk terus menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai dan mendukung setiap langkah positif demi masa depan Gianyar yang semakin maju, berbudaya, dan mendunia. (Tim Newsyess)