BRANAYOGATALKS.COM, GIANYAR – Kepala Desa Temesi, I Ketut Branayoga, SE, yang akrab disapa Ahok Temesi, menyampaikan sikap tegas terkait rencana pembuangan sampah dari luar Kabupaten Gianyar ke wilayahnya. Ia menolak dengan jelas, sekaligus menawarkan solusi konkret untuk penanganan sampah di Bali.
“Kami hanya menerima sampah dari wilayah sendiri. Setiap daerah harus bertanggung jawab atas sampahnya masing-masing,” tegas Ahok Temesi.
Tiga Pilar Solusi Penanganan Sampah
Ahok Temesi memaparkan tiga langkah utama yang dinilai bisa menjadi solusi menyeluruh:
-
Anggaran Tepat Sasaran
Ia menekankan pentingnya pengalokasian anggaran yang lebih fokus pada penanganan sampah dibanding proyek non-prioritas.“Anggaran seharusnya diarahkan ke solusi lingkungan yang berdampak langsung,” ujarnya.
- Penguatan Sarana dan Prasarana
Setiap daerah didorong memiliki fasilitas pengelolaan sampah sendiri, seperti TPS3R, alat pengolah organik, hingga sistem kompos modern. -
Sanksi Tegas dan Konsisten
Menurutnya, aturan tanpa sanksi tidak akan efektif.“Kalau ada regulasi yang jelas disertai sanksi dan edukasi, saya yakin dalam waktu singkat masalah sampah bisa ditekan dari sumbernya,” jelasnya.

Dorong Pengolahan Mandiri di Semua Sektor
Ahok Temesi juga mendorong penerapan pengelolaan sampah berbasis teknologi di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah hingga pelaku pariwisata seperti hotel, restoran, dan vila.
“Minimal 50 persen sampah organik harus diolah di sumbernya. Ini akan sangat mengurangi beban tempat pengolahan akhir,” katanya.
Tegaskan Komitmen dan Tantang Keseriusan Daerah
Ia juga menyoroti pentingnya komitmen nyata dari para pemimpin daerah di Bali dalam menangani persoalan sampah.
“Kalau serius, Bali bisa bersih dari sampah. Tapi kalau tidak, ini hanya akan jadi wacana,” tegasnya.
Temesi Bukan Solusi Instan
Menutup pernyataannya, Ahok Temesi kembali menegaskan bahwa Desa Temesi tidak akan menjadi tempat pembuangan sampah dari luar daerah.
“Kami tidak menolak tanpa solusi. Tapi jangan jadikan Temesi sebagai pelarian. Selesaikan sampah di sumbernya masing-masing,” pungkasnya. (Tim Branayogatalks)