GIANYAR | Branayogatalks.com – Kepala Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, I Ketut Branayoga, SE atau yang akrab disapa Ahok Temesi, menyampaikan pandangannya terkait kepemimpinan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam sebuah tayangan “Branayoga Talks” yang beredar di media sosial.
Dalam penyampaiannya, Ahok Temesi menilai sosok Gibran menunjukkan gaya kepemimpinan yang tenang namun efektif dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera.
“Di tengah derasnya opini, kritik, pujian, bahkan serangan politik yang datang silih berganti, ada satu sosok yang memilih bekerja dalam ketenangan. Tidak banyak bicara, tidak sibuk mencari panggung, tetapi langkahnya nyata dan kerjanya terasa,” ujar Ahok Temesi.
Menurutnya, publik selama ini sering menilai kepemimpinan hanya dari seberapa sering seseorang tampil di media atau menjadi pusat perhatian. Padahal, kata dia, kepemimpinan sejati justru lahir dari konsistensi, loyalitas, dan kemampuan menjalankan amanah tanpa harus selalu berada di depan sorotan kamera.
Ia menegaskan bahwa Gibran memahami posisinya sebagai Wakil Presiden, bukan sebagai kompetitor Presiden Prabowo Subianto, melainkan sebagai mitra strategis yang mendukung jalannya pemerintahan.
“Beliau adalah pendamping utama Presiden, penguat kebijakan, sekaligus penjaga stabilitas pemerintahan. Dalam sistem presidensial, harmoni antara Presiden dan Wakil Presiden menjadi fondasi penting keberhasilan pembangunan,” katanya.
Ahok Temesi juga menilai duet Prabowo-Gibran menghadirkan kombinasi kepemimpinan yang saling melengkapi. Presiden Prabowo disebut membawa pengalaman panjang, visi besar, dan keberanian mengambil keputusan strategis, sementara Gibran menghadirkan energi generasi muda, kemampuan adaptasi teknologi, serta kedekatan dengan generasi baru Indonesia.
“Ini kombinasi yang kuat. Pengalaman bertemu inovasi, kematangan berpadu dengan keberanian. Satu memimpin dari depan, satu menguatkan dari samping,” ungkapnya.
Dalam tayangan tersebut, Ahok Temesi turut menyoroti peran Gibran dalam mendukung berbagai program strategis nasional, mulai dari hilirisasi industri, digitalisasi layanan publik, penguatan UMKM, hingga pembangunan sumber daya manusia.
Ia juga menyebut Gibran mendukung penuh sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo, seperti program makan bergizi gratis, penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, serta transformasi ekonomi nasional.
“Seorang Wakil Presiden memang tidak selalu harus menjadi pusat perhatian. Tugas utamanya memastikan mesin pemerintahan berjalan selaras, menjadi jembatan koordinasi, akselerator kebijakan, dan menopang keberhasilan Presiden,” tegasnya.
Sebagai representasi generasi muda di pemerintahan, Gibran dinilai membawa simbol regenerasi kepemimpinan nasional. Kehadirannya dianggap menunjukkan bahwa anak muda Indonesia bukan hanya menjadi penonton dan pengkritik, tetapi juga pelaku utama perubahan bangsa.
“Ketika generasi muda diberi ruang untuk berkontribusi sejak hari ini, masa depan Indonesia akan jauh lebih cerah,” ujar Ahok Temesi.
Meski demikian, ia mengakui kritik terhadap pemerintah akan selalu hadir sebagai bagian dari demokrasi. Namun menurutnya, kritik yang sehat seharusnya menjadi vitamin bagi pemerintahan, selama tetap memberi ruang bagi kinerja untuk berbicara.
“Waktu adalah penguji terbaik, dan hasil adalah jawaban yang paling jujur,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Ahok Temesi mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan mendukung pembangunan nasional secara bersama-sama.
“Mari kita kawal dan dukung pembangunan bangsa dengan optimisme. Nilailah pemimpin berdasarkan karya dan hasil nyata, bukan prasangka. Karena Indonesia maju membutuhkan persatuan, kerja keras, dan semangat gotong royong,” pungkasnya. (Tim Newsyess)