GIANYAR | Branayogatalks.com – Komitmen Pemerintah Desa Temesi dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal. Perbekel Desa Temesi, I Ketut Branayoga, yang akrab disapa Ahok Temesi, memberikan dukungan penuh kepada usaha Ipil- Ipil Sol Sepatu, milik I Wayan Sudiarta, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Juwet.
Usaha yang berlokasi di Banjar Temesi, Desa Temesi, Kecamatan Gianyar ini menjadi salah satu contoh UMKM lokal yang mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan. Berbekal pengalaman panjang di bidang reparasi dan sol sepatu sejak era 1980-an, Juwet kini berhasil mengembangkan usahanya hingga dikenal oleh pelanggan dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara.
Menurut Ahok Temesi, pelaku UMKM seperti Juwet merupakan aset desa yang patut mendapatkan perhatian dan dukungan. Pemerintah desa ingin memastikan masyarakat yang memiliki keterampilan dan semangat berwirausaha memperoleh ruang untuk berkembang.
“Kami sangat mendukung UMKM lokal. Bentuk dukungan yang bisa kami lakukan salah satunya melalui publikasi dan promosi. Dengan adanya pemberitaan dan penyebaran informasi kepada rekan-rekan maupun masyarakat luas, kami berharap usaha warga semakin dikenal dan pelanggannya semakin bertambah,” ujar Ahok Temesi.
Ia menjelaskan, profesi sebagai tukang sol sepatu selama ini lebih banyak digeluti oleh pekerja dari luar Bali. Sementara masyarakat lokal yang menekuni bidang tersebut masih sangat sedikit. Karena itu, keberadaan Ipil Sol Sepatu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Desa Temesi.
“Harapan kami, usaha seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda. Tidak semua pekerjaan harus dilakukan di kota. Dari rumah sendiri pun seseorang bisa membangun usaha yang berkualitas dan menghasilkan pendapatan yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Juwet mengisahkan bahwa dirinya telah mengenal pekerjaan sol sepatu sejak masih muda ketika merantau ke Denpasar pada era 1980-an. Setelah pulang ke kampung halaman dan sempat tidak memiliki pekerjaan tetap, sekitar lima tahun terakhir ia memutuskan membuka usaha sendiri di rumahnya.
Keputusan tersebut ternyata membuahkan hasil. Seiring perkembangan teknologi digital, usaha Ipil Sol Sepatu kini mudah ditemukan melalui Google Maps, sehingga pelanggan datang tidak hanya dari Gianyar, tetapi juga dari berbagai wilayah di Bali.
“Awalnya banyak orang tidak tahu kalau di Desa Temesi ada jasa sol sepatu. Setelah lokasi kami muncul di Google Maps, pelanggan mulai berdatangan. Bahkan beberapa hotel di kawasan Ubud juga menjadi pelanggan, termasuk tamu asing yang memperbaiki sepatu mereka di sini,” ungkap Juwet.
Selain melayani wisatawan dan sektor perhotelan, Ipil Sol Sepatu juga menerima berbagai jenis perbaikan sepatu milik masyarakat umum. Seluruh pengerjaan dilakukan secara teliti dengan mengutamakan kualitas sehingga kepercayaan pelanggan terus meningkat.
Dukungan Pemerintah Desa Temesi terhadap UMKM seperti ini diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak usaha kreatif berbasis keterampilan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, media, dan masyarakat, produk serta jasa lokal diyakini akan semakin dikenal luas dan mampu meningkatkan perekonomian warga.
Dengan semangat memberdayakan potensi lokal, Desa Temesi ingin membuktikan bahwa usaha rumahan yang ditekuni dengan ketekunan, pengalaman, dan inovasi mampu bersaing di era digital, bahkan menarik perhatian pelanggan dari kalangan wisatawan mancanegara. (Tim Newsyess)