Kabar

Ketut Gede Nata Kesuma ( Tu Nata) Di Tengah Kesibukan Berkesenian,  Tetap Lestarikan Tradisi Lewat Latihan Dasar Topeng Keras

Share:

 

GIANYAR | Branayogatalks.com – Kesibukan dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat tidak membuat Dr. drh. I Ketut Gede Nata Kesuma, M.M.A., yang akrab disapa Tut Nata, melupakan akar budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Bali.

Di sela-sela padatnya aktivitas sehari-hari, Tut Nata masih menyempatkan waktu mengikuti latihan dasar Topeng Keras, salah satu seni pertunjukan klasik Bali yang sarat akan nilai sejarah, filosofi, serta pendidikan karakter.

Bagi Tut Nata, membangun peradaban masyarakat tidak cukup hanya melalui kemajuan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemajuan sejati juga harus berjalan beriringan dengan pelestarian adat, seni, dan budaya sebagai fondasi jati diri masyarakat Bali.

Menurutnya, seni tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber nilai yang mampu membentuk karakter, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya sendiri.

“Budaya adalah roh sebuah desa. Jika budaya tetap hidup, maka identitas masyarakat akan tetap terjaga. Karena itu, kemajuan harus berjalan seiring dengan pelestarian seni dan tradisi,” ungkap Tut Nata.

Komitmennya terhadap pelestarian budaya menjadi wujud kecintaannya terhadap warisan leluhur. Di tengah derasnya arus modernisasi, ia meyakini generasi muda harus tetap memiliki ruang untuk belajar, mencintai, dan melestarikan kesenian Bali agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Selain aktif mengikuti kegiatan seni, Tut Nata juga terus mendorong lahirnya generasi yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya. Baginya, seni merupakan media pendidikan yang mampu menanamkan nilai disiplin, etika, tanggung jawab, serta semangat gotong royong.

Melalui kecintaannya terhadap seni tradisi, Tut Nata berharap masyarakat Desa Tulikup tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dengan kelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

Baca juga:  Anggota DPDRI  I Nyoman Parta Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong Bantu Rumah Layak Huni untuk Keluarga Pak Pebri

Kehadirannya di arena latihan Topeng Keras menjadi pesan sederhana namun penuh makna. Bahwa mencintai budaya tidak cukup hanya dengan kata-kata, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, ikut belajar, menjaga, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Bagi Tut Nata, seni adalah napas kehidupan masyarakat Bali. Ketika seni tetap hidup, maka tradisi akan tetap lestari, karakter masyarakat akan semakin kuat, dan warisan leluhur akan terus bersinar sepanjang zaman. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru